Minggu, 13 Maret 2016

Mencintai dalam Diam

Sebut saja namanya, Anton. Dia adalah lelaki yang sangat aku cintai pada saat itu.
Berawal dari pertemuan kami disebuah acara "Cosplay". Disana lah kami berkenalan dan menikmati acara tersebut bersama dengan lelaki yang sedang menjalin PDKT denganku,Lyla.
Awalnya memang aku dan Lyla saling tertarik satu sama lain. Namun sejak aku bertemu dengan Anton, sikap Lyla berubah dan menjadi menjauh serta tak ada lagi ucapan "Good Morning" ataupun" Good Night" di pagi hari maupun saat hendak tidur.
Akhirnya setelah Lyla pun menjauh, aku dan Anton mulai menjalin pertemanan yang cukup harmonis sampai-sampai kami pun sering hangout bersama.
Entah mengapa kejadian tragis itu datang secara mendadak.
Anton mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya patah. Aku sangat khawatir. Karena dua hari sebelum kejadian itu kami pergi ke salah satu Mall di Jakarta dan saling berbagi canda dan tawa.
Hati ini seperti teriris hingga mengeluarkan tetes demi tetes air mata. Entah karena itu sedih mendengar kecelakaan yang dialaminya ataukah takut kejadian itu merenggut nyawanya.
Akhirnya aku pun datang ke salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta untuk menjenguknya ditemani temanku,Samuel. Hati ini seperti campur aduk ketika menatap wajah Anton yang sedang terbaring di kasur rumah sakit. Perasaan senang karena dapat melihatnya dan perasaan sedih saat tau kakinya mengalimi patah. Kami pun tidak akan bisa lagi pergi bersama mungkin untuk 2 tahun kedepan. Disana aku sadar bahwa aku mulai peduli padanya. Dan sedikit terkejut saat melihat short video yang dibuatnya di ponsel. Dia memasukan foto-foto ketika kami bersama dan diikuti tulisan yang indah yang merupakan salah satu harapan untuknya.." You are my sunshine ". Senang sekali ketika dapat melihat video itu namun apakah dia hanya sekedar iseng atau memang ada maksud tertentu di dalam video tersebut. Itu semua rahasia Tuhan :)

Senangnya hati ini saat tau Anton mencintaiku dan begitupun aku..
Kami tidak langsung mengambil jalan untuk berpacaran, karena Anton berjanji akan menyatakan cintanya saat keadaannya mulai pulih. Aku pun SETUJU!
Tak tahan dengan rasa cinta yang membara akhirnya akupun bicara kepada Anton agar dia cepat memberikan keputusan untuk hubungan kami. Dia merasa kasihan kepadaku karena harus menunggu lama. Dan akhirnya dia menyatakan cintanya.

Hubungan kami termasuk hubungan yang dibilang cukup harmonis pada masa awal. Namun diperjalanan, kepercayaan satu sama lain pudar. Dan berbagai alasan untuk kami berpisah pun sangat mendukung. Dari mulai aku yang mulai tertarik dengan pria lain, aku yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan kedua yang diberinya, hingga pada akhirnya kami pun berpisah. Dan sekarang dia telah menemui pujaan hatinya yang baru. Wanita yang rupanya selama ini menyukainya. 
Ya.... kesempatan kedua datang karena keberuntungan. Dan tak ada yang namanya kesempatan ketiga. Dengan cinta ini yang masih mengharapkannya, namun tak bisa.
Kami yang dulunya adalah sepasang kekasih dengan penuh mimpi dan harapan yang tinggi, sekarang seperti tidak mengenal satu sama lain. Entah karena aku yang bodoh karena menyia-nyiakan cintanya ataukah memang sifatnya yang pendendam. Sehingga tak ingin lagi mengetahui atau mendengar apapun tentangku.

Luka masih menyelimuti hati ini. Namun mungkin ini cara Tuhan untuk memberi tahu bahwa kami bukanlah jodoh yang pas.
Sempat berjanji bahwa hati ini masih memilihnya hingga saat ini. Namun apa boleh buat, kami tak bisa lagi bersatu. dan semua ini adalah pelajaran agar " Jangan menyia-yiakan apa yang sedang kau miliki saat ini dan ingat kesempatan kedua hanya dimiliki oleh orang-orang yang beruntung,serta tak ada lagi yang namanya kesempatan yang ketiga ".

Aku disini hanya melakukan apa yang aku bisa dan memperbaiki serta mengobati hati. 
Mencintai dalam diam adalah caraku.
Mungkin hanya aku yang mencintanya dalam diam,namun dia tidak. Tak mengapa...Jika aku adalah tulang rusuknya yang hilang,maka aku akan dipertemukannya dengan berbagai cara oleh Tuhan.


# Melisa Fitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar