Kamis, 24 Maret 2016

Kekasih Tuhan Selamanya

Pagi yang indah untuk mengawali hariku yang baru ini..Udara yang menyegukkan ketika menarik oksigen yang terbang bebas di sekelilingku..Seperti biasa, aku bangun dari tidurku pada pukul 5:00. Ya, kewajibanku untuk menunaikan solat Subuh dan lekas mandi untuk menyiapkan hari yang akan aku isi dengan berbagai kegiatannku disekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

 Ibu telah menyiapkan bekalku untuk kubawa sebagai bekal makan siangku dan sedikit uang saku yang diberikan sebagai tabungan maupun untuk membayar keperluan mendadak disekolah.

“KRIING!!!..KRING!!..” (suara sepeda)
Suara sepeda sahabatku, Amelia. Setiap hari sekolah ia selalu menghampiri rumahku untuk pergi bersama ke sekolah tercinta kami. Dan tepat pukul 06:00 kami pun berangkat sekolah menggunakan sepeda. 

Sebut saja namaku ini Cahya.. Nama lengkapku adalah Putri Cahya Lestari. Aku adalah siswi di SMA di salah satu sekolah yang ada di Jakarta. Hobiku adalah menyanyi dan memasak meski sesekali masakanku gosong. Aku memiliki 2 orangtua yang mencintaiku meski mereka kini tak bersama lagi, namun setidaknya aku pernah merasakan hangatnya kebersamaan bersama mereka. Tak ada saudara sekandung yang ku punya. Merasa kesepian sering menghampiri, namun Amelia, sahabatku saat ini sudah kuanggap saudariku sendiri.

 2 tahun sudah aku berada di sekolah tercinta. Mengikuti peraturan dengan baik, menghormati guru serta teman-teman lainnya serta membanggakan dengan prestasiku setiap tahun di kelas.Cantik?? Sebagian orang menyebutku cantik namun aku tak menghiraukannya berlebihan, hanya terimakasih yang ku ucapkan ketika mereka memujiku.

 Banyak sekali teman-teman disekitar yang sebaya denganku sampai adik kelas yang tak canggung untuk berpacaran di lingkungan sekolah. Tak mengerti apa motivasi mereka. Namun ya namanya remaja pasti benih-benih asmara timbul dan menjadi membara.Sahabatku, Amelia. Dia memiliki pacar yang menurutku tampan dengan postur tubuh yang tinggi, berkulit kuning langsat, dan seorang pemain voli. Meski sekolah kami tak sama namun aku cukup mengenal Ryan, kekasih Amelia. 

Hmmmm...apa kalian bertanya apa aku punya pacar atau tidak?? Jawabannya adalah TIDAK!
Aku baru saja putus dengan mantan kekasihku pada 5 bulan terakhir. Yaa.. alasannya beragam mulai dari kami tidak lagi saling perhatian, si dia yang sudah mulai cuek, sampai membesarkan masalah kecil yang membuat kami sepakat mengakhiri hubungan itu.

 Sebenarnya tak ingin lagi hati ini merasakan sakit untuk ke 2 kalinya. Tapi mau diapakan, sebagai remaja yang baru sekali berpacaran dan masih labil dengan perasaan. Aku pun mulai merasa ingin membuka hati ini lagi kepada lelaki yang pantas.Namun rasa inginku selalu sirnah tiba-tiba. Mengapa?

 Tak akan ada yang mau berpacaran dengan seorang yang mengidap penyakit Anemia. Aku mengidap penyakit ini dari kelas 2 sekolah dasar. Saat penyakitku kambuh aku akan merasakan sangat lemah, sesak napas, jantung berdebar, dan mudah kesemutan, sampai bisa pingsan jika aku tak sanggup menahan semuanya.

Aku takut untuk berpacaran lagi karena tak mau orang yang menyayangiku merasa malu karena menjadi pacar seorang yang penyakitkan. Untungnya Ibuku sangat sabar dalam merawatku meski harus kesusahan jika penyakit ini kambuh secara tiba-tiba.

 “ cah..ayo kita makan bareng di kantin! “ (suara Amel yang sambil menepuk punggungku dari belakang)
“ayo..aku bawa bekal, nanti kita makan bareng yaa! “ (sambil tersenyum)
Setiap bel istirahat kami selalu makan bersama entah itu dikantin atau dikelas. Aku yang selalu bawa bekal dari ibuku dan Amel yang kadang jajan dikantin. Selalu saja banyak topik pembicaraan yang kami diskusikan. Dan kali ini Amel seperti memancingku untuk membuka hati lagi pada seorang pria.

“ Cah..kapan nih aku dapet traktiran hari jadian kamu ??” (sambil memakan baso yang dibelinya)
“ Ahh.. kamu ini,kan sudah aku bilang aku tidak mau berpacaran lagi. Kamu kan sudah tau alasan ku kenapa.” ( sambil mengambil tisu)
“Tapi cah...apa gak ada keinginan? Atau perasaan suka sama cowo gitu sekarang?” (tanyanya lagi)
“Sudah ah.. aku gk mau bahas ini lagi” (menatapnya sambil mengkerutkan kening) 

Keesokkan harinya, seperti biasa aku menjalankan aktifitas sekolahku namun di hari selasa ini ada jadwal les piano yang aku ikuti di sekolah musik di Jakarta.
 Hari ini ada ujian kenaikan tingkat di tempat les musikku..Aku menyiapkan lagu “First Love” untuk kusugguhkan pada ujianku.Lagu ini bercerita tentang cinta pertama seorang gadis.. namun kisah percintaan itu gagal.

 Lagu ini sengaja aku pilih karena iramanya menyentuh hati. Dan berharap aku lulus saat membawakan lagu itu.

Hari ini mungkin adalah hari yang bersejarah, karena aku bertemu dengan pria yang kira-kira serumur denganku. Dia membawa stik drum. Pasti dia anak drum yang juga akan ikut ujian pikirku.
Postur tubuh tinggi, berkulit putih, memakai kacamata, dan senyumnya yang menawan saat kumelihatnya sekilas.

Dengan rasa penasaran aku mengikuti pria itu ke ruang ujian dan sedikit mengintip sambil mendengarkan suara sayup-sayup yang dibicarakan oleh ia dan sang penguji.
Namanya adalah Andi, aku mengetahui namanya saat penguji memanggil namanya untuk segera menampilkan bakat drumnya saat ujian. Suara drum yang aku dengarkan sangat menakjubkan. Pria itu mampu menakhlukan hati sang penguji dan aku saat itu juga. 

# 3 bulan kemudian.... 

Andi telah menjadi teman baikku... kami menjadi teman baik sejak kami dipertemukan untuk bekerjasama dalam memainkan alat musik pada acara peringatan ulang tahun tempat les musik kami.
Alunan piano yang aku mainkan dan sedikit suara drum yang tak terlalu keras sangat memukau, sekaligus didukung alunan suara gitar dari salah satu teman yang juga mengisi acara pada saat itu.

 Andi dan aku kini sudah sedikit saling tau satu sama lain. Berbagi canda tawa dan sesekali hangout bersama entah itu nonton, makan siang atau makan malam. Sosok andi yang pengertian dan suaranya yang lembut namun tegas membuat aku kadang malu untuk menatap matanya dan berdebar jantung ini saat dekat dengannya.

 “ Cahya?? Kamu sudah bangun nak? Ibu telah menyiapkan susu hangat di meja makan. Cepat bangun!” ( suara ibu menyuruhku bangun ) hari minggu sangat membuat malas untuk bangun pagi.
Hari minggu ini tak ada kegiatan untukku, aku akan mengisi hariku dengan memainkan hp dan bersantai.
Tiba-tiba aku merasakan lemas dan pusing sekali. Rupanya penyakit anemiaku kambuh lagi. Ibu melihatku sangat lemas dan langsung mengambilkanku obat dan menyuruhku berbaring di sofa.Tuhan, mengapa sakit ini tak kunjung sembuh? Aku tidak ingin melihat ibu sedih. Aku mau sehat dan mau membahagiakan orang-orang yang aku sayang, tanpa penyakit ini.Ketika aku menyebutkan kata “sayang” dihatiku. Aku langsung teringat oleh Andi.Ada apa denganku. Mengapa aku mengingat Andi dan sangat ingin bertemunya. Rasanya ingin sekali menelponnya dan menanyakan kabarnya.

 Disekolah, aku menceritakan perasaanku selama ini dengan Andi kepada Amelia. Aku sempat kaget dengan perkataan Amelia. Dia bilang itu tandanya aku sudah jatuh cinta lagi, namun aku ragu. Apakah benar aku jatuh cinta pada Andi? Tapi tak bisa dipungkiri sepertinya memang benar aku telah jatuh cinta lagi yaitu kepada Andi.

 “Tuhan..Aku takut.. Aku takut dengan cinta ini. Aku telah jatuh cinta lagi,Tuhan. Aku takut sakit hati lagi. Aku juga tidak tahu apakah Andi juga menyukaiku atau tidak. Rasanya tak mungkin.

Tuhan.. jika ternyata Andi juga menyukaiku, aku takut akan melukai hatinya saat dia tahu aku memiliki penyakit ini. Aku tak mau orang yang aku cintai menjadi tidak bahagia karenaku. Aku mohon hilangkan rasa ini agar aku tak menuntut hati ini tuk berharap menjadi kekasihnya”.(Doa itu selalu aku ucapkan saat aku selesai beribadah)

 Hari kamis, aku mempunyai jadwal les piano. Dihari itu aku sangat bersemangat karena aku bisa bertemu juga dengan Andi.
“KRING!!..KRING!!..” (suara ponselku berbunyi)
“hallo..ada apa, ndi?? Kok tumben telpon.”
“ hallo..cah.. kamu bisa gk lebih cepat datang ke tempat les? Aku mau ngomong penting nih masalah musik”. (suara andi di telpon )
“bisa kok, ndi. Bentar lagi aku juga mau berangkat. Kamu tunggu aja di taman ya.”
“ iya cah, cepetan yaa.. soalnya aku udah sampe” (suaranya meminta)
“ ok deh ndi, bye”. (sambil menutup telepon)

 Saat aku sampai di tempat lesku, aku melihat Andi sudah duduk sendiri di taman.Disana kami memang berbincang tentang musik yang akan kami buat dengan judul “The Last”,yang berisikan tentang kekasih terakhir untuk selamanya. Dan tiba-tiba...Suara Andi berubah menjadi lebih serius. Dan kalimatnya membuat hati ini campur aduk. Perasaan senang,terharu,tidak percaya, dan kecewa.

 Andi, mengungkapkan bahwa dia selama ini menyukaiku dan ingin aku tuk jadi kekasihnya. Aku sangat kaget dan tak bisa berkata apa-apa.
Aku pun tak mau munafik, aku juga mengatakan bahwa selama ini aku juga menyukainya bahkan telah mencintainya, namun aku tidak mau untuk menjadi kekasihnya.
Andi merasa heran, mengapa aku tak mau menjadi kekasihnya. Aku hanya berkata bahwa aku tidak siap untuk berpacaran dan ingin fokus untuk kenaikan kelas dan sekolah musik ini.
Wajah Andi yang sepertinya kebingungan dan sedikit tidak percaya sambil menatapku, kubalas dengan tatapan lembut dan meyakinkan sambil mengatakan dalam hatiku “ aku minta maaf karena berbohong pada mu, Andi”.

Keesokkan harinya aku hanya bisa berbaring di ruang UKS. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, penyakitku ini kambuh dan sangat menyusahkan orang lain karena aku tak sadar bahwa aku telah pingsan.
Aku tak sanggup untuk mengikuti pelajaran, dan akhirnya aku pulang lebih cepat kerumah diantar dengan ojek.

 Sesampainya dirumah, ibu bilang padaku. Bahwa ada kiriman yang dikirim seseorang dan menaruhnya di depan rumah. Aku langsung mengambil barang itu yang dibungkus kotak yang ditaru ibu di ruang tamu. Ku bawa ke kamar dan kubuka. Isinya adalah sepucuk surat dan boneka panda yang berpelukan.

“ Cahya..Aku sangat mencintaimu. Mengapa kamu tidak mau menjadi kekasih ku?? Apakah ada kesalahan yang aku perbuat padamu? Atau kau tak percaya dengan cintaku? Aku mohon agar kau mau menjadi kekasihku. Aku berjanji tidak akan mengecewakan hatimu. Aku berjanji”. 
#Andi

 Isi surat yang ditulis Andi membuat air mataku tak sanggup kubendung. Bukannya aku tak mau menjadi kekasihnya. Namun penyakit yang ada ditubuhku ini menjadi alasan agar aku tak menjadi kekasihnya.
Aku bingung, banagimana ia tau alamat rumahku. Ataukah ia menanyakannya di unit informasi ditempat les kami. Aahh.. sudahlah. Sudah terjadi, tak perlu lagi dipertanyakan.

 # 1 bulan berlalu.. 

Andi telah mengetahui tentang penyakitku ini. Rupanya ia datang kerumahku saat aku sedang les musik. Pantas saja aku jarang melihatnya di tempat les belakangan ini.

Ibu bilang padaku bahwa dia menanyakan keadaanku serta latar belakangku. Dan ibu menceritakan bahwa aku mengidap penyakit Anemia dari kecil. Penyakit ini sangat menyusahkan orang lain saat aku tak sadar bahwa aku pingsan.

Didalam hatiku. Aku tidak marah kepada ibu karena memberitahukan tentang semua ini. Namun aku sangat sedih bahwa sebenranya Andi sangat mencintaiku sampai dia tak jarang kerumahku dengan menanyakan kabarku kepada Ibu.

 Malam itu...aku menelpon Andi. Aku bicara kepadanya dan membahas semua yang telah ia tau tentang diriku. Sekali lagi Andi menanyakan apakah aku sudah siap untuk menjadi kekasihnya. Aku bilang bahwa aku belum siap. Namun Andi sedikit marah padaku, ia bilang apakah karena penyakitku ini yang menjadi alasan. Aku pun menjawab “iya”.

Malam itu kami membicarakan semuanya sampai akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan Andi tuk menjadi kekasihku. Aku pun mengiyakan bahwa aku akan menjadi kekasihnya dan Andi berjanji tak akan menyakiti hatiku dan menerima semua kekuranganku serta penyakit ini.Kami menjadi kekasih yang cukup romantis, seperti biasa kami pergi untuk nonton film terbaru di bioskop. Bukannya kami ke bioskop tapi malah kami hadir di rumah sakit. Anemia ku kambuh, aku sangat lemas dan pusing. Andi tak mau aku kenapa-napa dan segera ia melajukan motornya ke rumah sakit. Aku memeluk erat Andi dari belakang agar aku tak terjatuh.

 Pada malam itu Ibu datang kerumah sakit melihat keadaanku sembari menangis. Tak tahan melihat ibu menangis karena harus melihatku terbaring lemah. Aku meminta maaf kepada Ibu selama ini karena selalu merepotkannya dan aku meminta maaf kepada Andi karena tak jadi untuk nonton bioskop dan telah merepotkannya.

 “Ya Tuhan..Aku tak ingin membuat semua orang yang aku sayangi sedih. Aku tak tahan. Ibu...aku sangat menyayangi ibuku. Tolong jaga ibu selalu disetiap hembusan nafasnya, Tuhan. Dan untuk Andi..aku mohon agar Andi sanggup untuk menerima kenyataan bahwa aku tak bisa lagi bersamanya. Jadikan aku kekasih mu Tuhan di surga sana meski aku tak bisa lagi menjadi kekasih bagi ciptaanmu. Aku mohon Tuhan.. aku tak ingin lagi menyusahkan orang-orang yang aku sayang. Aku rela jika aku harus pergi demi kebahagiaan mereka. Aku menitipkan Ibuku, sahabatku Amelia, dan Andi pria yang kucintai” (doaku dalam tangisan).

 “ Ibu..Cahaya minta maaf karena selalu menyusahkan ibu saat sakit ini kambuh. Cahaya sayang Ibu.. Ibu tak perlu sedih lagi yaa..Cahaya akan selalu menjadi Cahaya ibu, buah hati ibu, dan selalu mencintai Ibu. Cahya gk mau lagi nyusahin ibu. Cahaya mau ibu berjanji kepada Cahya, kalo misalnya Tuhan menginginkan Cahya pulang kepadaNya. Ibu akan selalu mendoakan Cahya dan tak sedih lagi. Doa ibu adalah kebahagian untuk Cahya. Cahya selalu mendoakan ibu supaya Ibu baik-baik aja saat Cahya tak lagi bersama” ( kalimatku terakhirku kepada ibu sambil menghapus air mata ibu )

“ Cahya gk boleh ngomong gitu, Cahya kan kuat. Ibu selalu mendoakan Cahya. Ibu sangat mencintai Cahya sebagai Cahaya kehidupan Ibu” ( sambil menitihkan air mata )

“ Ibu.. tolong sampaikan kepada Andi bahwa, Cahya sangat menyayanginya. Maafkan Cahya karena Cahya tak bisa lagi bersama Andi dan Andi adalah pria terakhir yang pernah Cahya cintai di dunia ini” ( suara pelan )

“ Cahya..Cahya!!.. Cahya sayang!” (suara sayup ibu memanggil namaku )

  Malam itu adalah malam disaat Cahya harus pulang kepada penciptanya. Cahya akan selalu menerangi relung hati diesetiap insan yang mencintainya.
Kini Andi telah merelakan kepergian Cahya dari hidupnya, namun dihatinya selalu ada nama Cahya yang tak sanggup hilang. Dan lagu yang telah direncanakan Andi dan Cahya yang berjudul “ The Last” sudah dibuat andi dengan lirik yang menyentuh. Dan sebagai  kenangan bahwa Andi adalah cinta terakhir Cahya di dunia.


 Kini Cahya telah menjadi kekasih Tuhan selamanya disurga.Kekasih tanpa batasan waktu.

Kekasih Tuhan

Pagi yang indah untuk mengawali hariku yang baru ini..
Udara yang menyegukkan ketika menarik oksigen yang terbang bebas di sekelilingku..
Seperti biasa, aku bangun dari tidurku pada pukul 5:00. Ya, kewajibanku untuk menunaikan solat Subuh dan lekas mandi untuk menyiapkan hari yang akan aku isi dengan berbagai kegiatannku disekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

Ibu telah menyiapkan bekalku untuk kubawa sebagai bekal makan siangku dan sedikit uang saku yang diberikan sebagai tabungan maupun untuk membayar keperluan mendadak disekolah.
“KRIING!!!..KRING!!..” (suara sepeda)
Suara sepeda sahabatku, Amelia. Setiap hari sekolah ia selalu menghampiri rumahku untuk pergi bersama ke sekolah tercinta kami. Dan tepat pukul 06:00 kami pun berangkat sekolah menggunakan sepeda.

Sebut saja namaku ini Cahya.. Nama lengkapku adalah Putri Cahya Lestari. Aku adalah siswi di SMA di salah satu sekolah yang ada di Jakarta. Hobiku adalah menyanyi dan memasak meski sesekali masakanku gosong. Aku memiliki 2 orangtua yang mencintaiku meski mereka kini tak bersama lagi, namun setidaknya aku pernah merasakan hangatnya kebersamaan bersama mereka. Tak ada saudara sekandung yang ku punya. Merasa kesepian sering menghampiri, namun Amelia, sahabatku saat ini sudah kuanggap saudariku sendiri.

2 tahun sudah aku berada di sekolah tercinta. Mengikuti peraturan dengan baik, menghormati guru serta teman-teman lainnya serta membanggakan dengan prestasiku setiap tahun di kelas.
Cantik?? Sebagian orang menyebutku cantik namun aku tak menghiraukannya berlebihan, hanya terimakasih yang ku ucapkan ketika mereka memujiku.

Banyak sekali teman-teman disekitar yang sebaya denganku sampai adik kelas yang tak canggung untuk berpacaran di lingkungan sekolah. Tak mengerti apa motivasi mereka. Namun ya namanya remaja pasti benih-benih asmara timbul dan menjadi membara.
Sahabatku, Amelia. Dia memiliki pacar yang menurutku tampan dengan postur tubuh yang tinggi, berkulit kuning langsat, dan seorang pemain voli. Meski sekolah kami tak sama namun aku cukup mengenal Ryan, kekasih Amelia.

Hmmmm...apa kalian bertanya apa aku punya pacar atau tidak?? Jawabannya adalah TIDAK!
Aku baru saja putus dengan mantan kekasihku pada 5 bulan terakhir. Yaa.. alasannya beragam mulai dari kami tidak lagi saling perhatian, si dia yang sudah mulai cuek, sampai membesarkan masalah kecil yang membuat kami sepakat mengakhiri hubungan itu.

Sebenarnya tak ingin lagi hati ini merasakan sakit untuk ke 2 kalinya. Tapi mau diapakan, sebagai remaja yang baru sekali berpacaran dan masih labil dengan perasaan. Aku pun mulai merasa ingin membuka hati ini lagi kepada lelaki yang pantas.
Namun rasa inginku selalu sirnah tiba-tiba. Mengapa?

Tak akan ada yang mau berpacaran dengan seorang yang mengidap penyakit Anemia. Aku mengidap penyakit ini dari kelas 2 sekolah dasar. Saat penyakitku kambuh aku akan merasakan sangat lemah, sesak napas, jantung berdebar, dan mudah kesemutan, sampai bisa pingsan jika aku tak sanggup menahan semuanya.
Aku takut untuk berpacaran lagi karena tak mau orang yang menyayangiku merasa malu karena menjadi pacar seorang yang penyakitkan. Untungnya Ibuku sangat sabar dalam merawatku meski harus kesusahan jika penyakit ini kambuh secara tiba-tiba.

“ cah..ayo kita makan bareng di kantin! “ (suara Amel yang sambil menepuk punggungku dari belakang)
“ayo..aku bawa bekal, nanti kita makan bareng yaa! “ (sambil tersenyum)
Setiap bel istirahat kami selalu makan bersama entah itu dikantin atau dikelas. Aku yang selalu bawa bekal dari ibuku dan Amel yang kadang jajan dikantin. Selalu saja banyak topik pembicaraan yang kami diskusikan. Dan kali ini Amel seperti memancingku untuk membuka hati lagi pada seorang pria.
“ Cah..kapan nih aku dapet traktiran hari jadian kamu ??” (sambil memakan baso yang dibelinya)
“ Ahh.. kamu ini,kan sudah aku bilang aku tidak mau berpacaran lagi. Kamu kan sudah tau alasan ku kenapa.” ( sambil mengambil tisu)
“Tapi cah...apa gak ada keinginan? Atau perasaan suka sama cowo gitu sekarang?” (tanyanya lagi)
“Sudah ah.. aku gk mau bahas ini lagi” (menatapnya sambil mengkerutkan kening)

Keesokkan harinya, seperti biasa aku menjalankan aktifitas sekolahku namun di hari selasa ini ada jadwal les piano yang aku ikuti di sekolah musik di Jakarta.

Hari ini ada ujian kenaikan tingkat di tempat les musikku..
Aku menyiapkan lagu “First Love” untuk kusugguhkan pada ujianku.
Lagu ini bercerita tentang cinta pertama seorang gadis.. namun kisah percintaan itu gagal.

Lagu ini sengaja aku pilih karena iramanya menyentuh hati. Dan berharap aku lulus saat membawakan lagu.
Hari ini mungkin adalah hari yang bersejarah, karena aku bertemu dengan pria yang kira-kira serumur denganku. Dia membawa stik drum. Pasti dia anak drum yang juga akan ikut ujian pikirku.
Postur tubuh tinggi, berkulit putih, memakai kacamata, dan senyumnya yang menawan saat kumelihatnya sekilas.
Dengan rasa penasaran aku mengikuti pria itu ke ruang ujian dan sedikit mengintip sambil mendengarkan suara sayup-sayup yang dibicarakan oleh ia dan sang penguji.
Namanya adalah Andi, aku mengetahui namanya saat penguji memanggil namanya untuk segera menampilkan bakat drumnya saat ujian. Suara drum yang aku dengarkan sangat menakjubkan. Pria itu mampu menakhlukan hati sang penguji dan aku saat itu juga.

# 3 bulan kemudian....

Andi telah menjadi teman baikku... kami menjadi teman baik sejak kami dipertemukan untuk bekerjasama dalam memainkan alat musik pada acara peringatan ulang tahun tempat les musik kami.
Alunan piano yang aku mainkan dan sedikit suara drum yang tak terlalu keras sangat memukau, sekaligus didukung alunan suara gitar dari salah satu teman yang juga mengisi acara pada saat itu.

Andi dan aku kini sudah sedikit saling tau satu sama lain. Berbagi canda tawa dan sesekali hangout bersama entah itu nonton, makan siang atau makan malam. Sosok andi yang pengertian dan suaranya yang lembut namun tegas membuat aku kadang malu untuk menatap matanya dan berdebar jantung ini saat dekat dengannya.

“ Cahya?? Kamu sudah bangun nak? Ibu telah menyiapkan susu hangat di meja makan. Cepat bangun!” ( suara ibu menyuruhku bangun ) hari minggu sangat membuat malas untuk bangun pagi.
Hari minggu ini tak ada kegiatan untukku, aku akan mengisi hariku dengan memainkan hp dan bersantai.
Tiba-tiba aku merasakan lemas dan pusing sekali. Rupanya penyakit anemiaku kambuh lagi. Ibu melihatku sangat lemas dan langsung mengambilkanku obat dan menyuruhku berbaring di sofa.
Tuhan, mengapa sakit ini tak kunjung sembuh? Aku tidak ingin melihat ibu sedih. Aku mau sehat dan mau membahagiakan orang-orang yang aku sayang, tanpa penyakit ini.
Ketika aku menyebutkan kata “sayang” dihatiku. Aku langsung teringat oleh Andi.
Ada apa denganku. Mengapa aku mengingat Andi dan sangat ingin bertemunya. Rasanya ingin sekali menelponnya dan menanyakan kabarnya.

Disekolah, aku menceritakan perasaanku selama ini dengan Andi kepada Amelia. Aku sempat kaget dengan perkataan Amelia. Dia bilang itu tandanya aku sudah jatuh cinta lagi, namun aku ragu. Apakah benar aku jatuh cinta pada Andi? Tapi tak bisa dipungkiri sepertinya memang benar aku telah jatuh cinta lagi yaitu kepada Andi.

“Tuhan..Aku takut.. Aku takut dengan cinta ini. Aku telah jatuh cinta lagi,Tuhan. Aku takut sakit hati lagi. Aku juga tidak tahu apakah Andi juga menyukaiku atau tidak. Rasanya tak mungkin.
Tuhan.. jika ternyata Andi juga menyukaiku, aku takut akan melukai hatinya saat dia tahu aku memiliki penyakit ini. Aku tak mau orang yang aku cintai menjadi tidak bahagia karenaku. Aku mohon hilangkan rasa ini agar aku tak menuntut hati ini tuk berharap menjadi kekasihnya”.
(Doa itu selalu aku ucapkan saat aku selesai beribadah)

Hari kamis, aku mempunyai jadwal les piano. Dihari itu aku sangat bersemangat karena aku bisa bertemu juga dengan Andi.
“KRING!!..KRING!!..” (suara ponselku berbunyi)
“hallo..ada apa, ndi?? Kok tumben telpon.”
“ hallo..cah.. kamu bisa gk lebih cepat datang ke tempat les? Aku mau ngomong penting nih masalah musik”. (suara andi di telpon )
“bisa kok, ndi. Bentar lagi aku juga mau berangkat. Kamu tunggu aja di taman ya.”
“ iya cah, cepetan yaa.. soalnya aku udah sampe” (suaranya meminta)
“ ok deh ndi, bye”. (sambil menutup telepon)

Saat aku sampai di tempat lesku, aku melihat Andi sudah duduk sendiri di taman.
Disana kami memang berbincang tentang musik yang akan kami buat dengan judul “The Last”,yang berisikan tentang kekasih terakhir untuk selamanya. Dan tiba-tiba...
Suara Andi berubah menjadi lebih serius. Dan kalimatnya membuat hati ini campur aduk. Perasaan senang,terharu,tidak percaya, dan kecewa.

Andi, mengungkapkan bahwa dia selama ini menyukaiku dan ingin aku tuk jadi kekasihnya. Aku sangat kaget dan tak bisa berkata apa-apa.
Aku pun tak mau munafik, aku juga mengatakan bahwa selama ini aku juga menyukainya bahkan telah mencintainya, namun aku tidak mau untuk menjadi kekasihnya.
Andi merasa heran, mengapa aku tak mau menjadi kekasihnya. Aku hanya berkata bahwa aku tidak siap untuk berpacaran dan ingin fokus untuk kenaikan kelas dan sekolah musik ini.
Wajah Andi yang sepertinya kebingungan dan sedikit tidak percaya sambil menatapku, kubalas dengan tatapan lembut dan meyakinkan sambil mengatakan dalam hatiku “ aku minta maaf karena berbohong pada mu, Andi”.

Keesokkan harinya aku hanya bisa berbaring di ruang UKS. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, penyakitku ini kambuh dan sangat menyusahkan orang lain karena aku tak sadar bahwa aku telah pingsan.
Aku tak sanggup untuk mengikuti pelajaran, dan akhirnya aku pulang lebih cepat kerumah diantar dengan ojek.

Sesampainya dirumah, ibu bilang padaku. Bahwa ada kiriman yang dikirim seseorang dan menaruhnya di depan rumah. Aku langsung mengambil barang itu yang dibungkus kotak yang ditaru ibu di ruang tamu. Ku bawa ke kamar dan kubuka. Isinya adalah sepucuk surat dan boneka panda yang berpelukan.
“ Cahya..Aku sangat mencintaimu. Mengapa kamu tidak mau menjadi kekasih ku?? Apakah ada kesalahan yang aku perbuat padamu? Atau kau tak percaya dengan cintaku? Aku mohon agar kau mau menjadi kekasihku. Aku berjanji tidak akan mengecewakan hatimu. Aku berjanji”.

#Andi

Isi surat yang ditulis Andi membuat air mataku tak sanggup kubendung. Bukannya aku tak mau menjadi kekasihnya. Namun penyakit yang ada ditubuhku ini menjadi alasan agar aku tak menjadi kekasihnya.
Aku bingung, banagimana ia tau alamat rumahku. Ataukah ia menanyakannya di unit informasi ditempat les kami. Aahh.. sudahlah. Sudah terjadi, tak perlu lagi dipertanyakan.

# 1 bulan berlalu..

Andi telah mengetahui tentang penyakitku ini. Rupanya ia datang kerumahku saat aku sedang les musik. Pantas saja aku jarang melihatnya di tempat les belakangan ini.
Ibu bilang padaku bahwa dia menanyakan keadaanku serta latar belakangku. Dan ibu menceritakan bahwa aku mengidap penyakit Anemia dari kecil. Penyakit ini sangat menyusahkan orang lain saat aku tak sadar bahwa aku pingsan.
Didalam hatiku. Aku tidak marah kepada ibu karena memberitahukan tentang semua ini. Namun aku sangat sedih bahwa sebenranya Andi sangat mencintaiku sampai dia tak jarang kerumahku dengan menanyakan kabarku kepada Ibu.

Malam itu...aku menelpon Andi. Aku bicara kepadanya dan membahas semua yang telah ia tau tentang diriku. Sekali lagi Andi menanyakan apakah aku sudah siap untuk menjadi kekasihnya. Aku bilang bahwa aku belum siap. Namun Andi sedikit marah padaku, ia bilang apakah karena penyakitku ini yang menjadi alasan. Aku pun menjawab “iya”.
Malam itu kami membicarakan semuanya sampai akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan Andi tuk menjadi kekasihku. Aku pun mengiyakan bahwa aku akan menjadi kekasihnya dan Andi berjanji tak akan menyakiti hatiku dan menerima semua kekuranganku serta penyakit ini.
Kami menjadi kekasih yang cukup romantis, seperti biasa kami pergi untuk nonton film terbaru di bioskop. Bukannya kami ke bioskop tapi malah kami hadir di rumah sakit.
 Anemia ku kambuh, aku sangat lemas dan pusing. Andi tak mau aku kenapa-napa dan segera ia melajukan motornya ke rumah sakit. Aku memeluk erat Andi dari belakang agar aku tak terjatuh.

Pada malam itu Ibu datang kerumah sakit melihat keadaanku sembari menangis. Tak tahan melihat ibu menangis karena harus melihatku terbaring lemah. Aku meminta maaf kepada Ibu selama ini karena selalu merepotkannya dan aku meminta maaf kepada Andi karena tak jadi untuk nonton bioskop dan telah merepotkannya.

“Ya Tuhan..Aku tak ingin membuat semua orang yang aku sayangi sedih. Aku tak tahan. Ibu...aku sangat menyayangi ibuku. Tolong jaga ibu selalu disetiap hembusan nafasnya, Tuhan. Dan untuk Andi..aku mohon agar Andi sanggup untuk menerima kenyataan bahwa aku tak bisa lagi bersamanya. Jadikan aku kekasih mu Tuhan di surga sana meski aku tak bisa lagi menjadi kekasih bagi ciptaanmu. Aku mohon Tuhan.. aku tak ingin lagi menyusahkan orang-orang yang aku sayang. Aku rela jika aku harus pergi demi kebahagiaan mereka. Aku menitipkan Ibuku, sahabatku Amelia, dan Andi pria yang kucintai” (doaku dalam tangisan).

“ Ibu..Cahaya minta maaf karena selalu menyusahkan ibu saat sakit ini kambuh. Cahaya sayang Ibu.. Ibu tak perlu sedih lagi yaa..Cahaya akan selalu menjadi Cahaya ibu, buah hati ibu, dan selalu mencintai Ibu. Cahya gk mau lagi nyusahin ibu. Cahaya mau ibu berjanji kepada Cahya, kalo misalnya Tuhan menginginkan Cahya pulang kepadaNya. Ibu akan selalu mendoakan Cahya dan tak sedih lagi. Doa ibu adalah kebahagian untuk Cahya. Cahya selalu mendoakan ibu supaya Ibu baik-baik aja saat Cahya tak lagi bersama” ( kalimatku terakhirku kepada ibu sambil menghapus air mata ibu )
“ Cahya gk boleh ngomong gitu, Cahya kan kuat. Ibu selalu mendoakan Cahya. Ibu sangat mencintai Cahya sebagai Cahaya kehidupan Ibu” ( sambil menitihkan air mata )
“ Ibu.. tolong sampaikan kepada Andi bahwa, Cahya sangat menyayanginya. Maafkan Cahya karena Cahya tak bisa lagi bersama Andi dan Andi adalah pria terakhir yang pernah Cahya cintai di dunia ini” ( suara pelan )
“ Cahya..Cahya!!.. Cahya sayang!” (suara sayup ibu memanggil namaku )


Malam itu adalah malam disaat Cahya harus pulang kepada penciptanya. Cahya akan selalu menerangi relung hati diesetiap insan yang mencintainya.
Kini Andi telah merelakan kepergian Cahya dari hidupnya, namun dihatinya selalu ada nama Cahya yang tak sanggup hilang. Dan lagu yang telah direncanakan Andi dan Cahya yang berjudul “ The Last” sudah dibuat andi dengan lirik yang menyentuh. Dan sebagai  kenangan bahwa Andi adalah cinta terakhir Cahya di dunia.

Kini Cahya telah menjadi kekasih Tuhan selamanya disurga.

Kekasih tanpa batasan waktu.

Minggu, 13 Maret 2016

Sang Pangeran Hati

 Berawal dari rasa KEPO.
Dia adalah kekasihku yang dapat membuat hati ini Move On dan menatap dunia lebih indah lagi.
Dion, kami sudah hampir empat bulan menjalankan hubungan ini. 
Sempat tak menyangka dapat mengenal dirinya dan sekarang menjadi orang yang di cintainya.

Dion adalah salah satu atlet basket disekolah, dia tampan, berkulit putih, ramah, dan cukup jutek saat belum mengenalnya. yaa.. bisa dibilang dia salah satu idaman cewe-cewe diluar sana. (Tapi gk tau juga sih wkwkwk)

Kisah perkenalan kita berawal dari rasa ke kepoannya kepada aku. Tak sengaja ia melihat akun sosial mediaku di PC milik Danial.
Dion pun meminta alamat akun sosmed ku kepada Danial, dan Danial aku izinkan untuk memberinya.

Sore itu.... ada akun yang menjadikanku teman socmednya,yaitu Dion.. langsung deh aku add back.
Karena tak ingin terlalu kepo akupun tidak memulai obrolan.. dan pada akhirnya dia yang greet aku untuk pertama kalinya.
" malam.. ",, "hey". adalah greet pertama dia untukku. Kami pun berkenalan via socmed. Dan Dion mulai ingin bertemu denganku.

Pertama kali aku melihat Dion, dia jutek sekali dan tidak terlalu peduli. Namun berbeda ketika kami mengobrol di socmed. Dia termasuk orang yang perhatian dan menyenangkan.
Senang sekali rasanya bisa berkenalan dengan cowo ganteng dan anak basket ( Idaman cewe-cewe zaman sekarang ). Rasa GE'ER pun melanda diri ini. 
Setiap hari selama 2 minggu kami selalu mengobrol di socmed, rasanya sangat senang namun kecewa. 
Mengapa kecewa???
Karena saat kami chat, dia bilang bahwa dia sedang tertarik kepada seorang gadis. Aku pun hanya memberinya semangat untuk mendekati gadis itu. Dan mulai merasa bahwa gadis itu adalah AKU. 
Tapi mustahil. Kami baru saja mengenal. Tak mungkin dia tertarik padaku meski kami sering chat. 
Kecewa itu melanda hanya sebentar, karena memang sepertinya aku hanya mengaggumi ketampanannya. dan tak mungkin dia menyukaiku. Jadi yaa gk kecewa-kecewa banget. hehehehe.

Hari itu, pada malam Minggu,21 November 2015. Aku menemuinya untuk kesekian kalinya bahkan menemaninya untuk bermain basket di salah satu taman yang ada di Jakarta Pusat.
Kagum? Iya.
Senang? Banget
Rasanya sangat kagum dan ingin sekali menjadi kekasihnya.
" Hahahahaha..." itulah yang ada di pikiranku.
Tak mungkin dia mau dengan wanita seperti aku yang wajah saja tak begitu cantik. Dan apalagi dia belum terlalu mengenal kepribadianku.
Namun..... " JRENG!!! "

Seakan malam itu adalah mimpi terindah dan tak ingin bangun dari mimpi itu.
Dion...
iya Dion....

Dion menyatakan bahwa ia menyukaiku dan menginginkan aku untuk menjadi kekasihnya..
Tak kusangka..Dion pria tampan dengan skill basket yang dimilikinya memilihku untuk menjadi kekasihnya.
Sebuah Mukjizat dari tuhan atas kejadian tersebut. ( elleehh LEBAY ).

Hubungan kami diawal masa jadian memang biasa-biasa saja karena mungkin rasa sayang itu belum tumbuh. Kami pun menjalaninya seperti air saja..
Tak terasa.. ada yang berbeda di hati ini.
Takut kehilangannya, mulai sangat peduli, dan rasa sayang serta Cinta itu tumbuh perlahan.

Aku yang awalnya hanya menjadikannya kekasih hati tanpa dasar CINTA,sekarang berubah..
Sekarang dia adalah sang Pangeran hati yang menempati relung hati ini dan berhasil membuatku jatuh cinta.
Dia adalah Pangeran hati ini entah sampai kapan. Namun..Hanya Tuhan yang tau apakah dia benar jodohku untuk masa depan atau hanya seseorang yang Tuhan titipkan kepadaku untuk dijaga dan akhirnya menemukan kekasih hatinya sesungguhnya. (  JAGAIN JODOH ORANG  donggsss )
Aku hanya bisa berharap dengan harapan.. " Ya Tuhan,, Jika benar hati ini memilihnya. Jaga hati ini dengan sebaik mungkin. Dan apabila dia adalah Imamku kelak, aku mohon agar dia menjadikan hati ini tempat ia pulang saat dia pergi. "

" Dion, memang masa PDKT kita tak lama, dan hubungan ini masih berumur muda. Namun aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta lagi. Jatuh cinta kepadamu.
Aku hanya menginginkan, agar kelak hati ini tak lagi salah memilih, dan kamu adalah yang terakhir untukku.
Jaga hatiku yang telah aku berikan padamu, jika kau bosan. Kau boleh mengembalikan hati itu kepadaku. 
Aku sangat Mencintaimu. "


# Melisa Fitri

Mencintai dalam Diam

Sebut saja namanya, Anton. Dia adalah lelaki yang sangat aku cintai pada saat itu.
Berawal dari pertemuan kami disebuah acara "Cosplay". Disana lah kami berkenalan dan menikmati acara tersebut bersama dengan lelaki yang sedang menjalin PDKT denganku,Lyla.
Awalnya memang aku dan Lyla saling tertarik satu sama lain. Namun sejak aku bertemu dengan Anton, sikap Lyla berubah dan menjadi menjauh serta tak ada lagi ucapan "Good Morning" ataupun" Good Night" di pagi hari maupun saat hendak tidur.
Akhirnya setelah Lyla pun menjauh, aku dan Anton mulai menjalin pertemanan yang cukup harmonis sampai-sampai kami pun sering hangout bersama.
Entah mengapa kejadian tragis itu datang secara mendadak.
Anton mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya patah. Aku sangat khawatir. Karena dua hari sebelum kejadian itu kami pergi ke salah satu Mall di Jakarta dan saling berbagi canda dan tawa.
Hati ini seperti teriris hingga mengeluarkan tetes demi tetes air mata. Entah karena itu sedih mendengar kecelakaan yang dialaminya ataukah takut kejadian itu merenggut nyawanya.
Akhirnya aku pun datang ke salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta untuk menjenguknya ditemani temanku,Samuel. Hati ini seperti campur aduk ketika menatap wajah Anton yang sedang terbaring di kasur rumah sakit. Perasaan senang karena dapat melihatnya dan perasaan sedih saat tau kakinya mengalimi patah. Kami pun tidak akan bisa lagi pergi bersama mungkin untuk 2 tahun kedepan. Disana aku sadar bahwa aku mulai peduli padanya. Dan sedikit terkejut saat melihat short video yang dibuatnya di ponsel. Dia memasukan foto-foto ketika kami bersama dan diikuti tulisan yang indah yang merupakan salah satu harapan untuknya.." You are my sunshine ". Senang sekali ketika dapat melihat video itu namun apakah dia hanya sekedar iseng atau memang ada maksud tertentu di dalam video tersebut. Itu semua rahasia Tuhan :)

Senangnya hati ini saat tau Anton mencintaiku dan begitupun aku..
Kami tidak langsung mengambil jalan untuk berpacaran, karena Anton berjanji akan menyatakan cintanya saat keadaannya mulai pulih. Aku pun SETUJU!
Tak tahan dengan rasa cinta yang membara akhirnya akupun bicara kepada Anton agar dia cepat memberikan keputusan untuk hubungan kami. Dia merasa kasihan kepadaku karena harus menunggu lama. Dan akhirnya dia menyatakan cintanya.

Hubungan kami termasuk hubungan yang dibilang cukup harmonis pada masa awal. Namun diperjalanan, kepercayaan satu sama lain pudar. Dan berbagai alasan untuk kami berpisah pun sangat mendukung. Dari mulai aku yang mulai tertarik dengan pria lain, aku yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan kedua yang diberinya, hingga pada akhirnya kami pun berpisah. Dan sekarang dia telah menemui pujaan hatinya yang baru. Wanita yang rupanya selama ini menyukainya. 
Ya.... kesempatan kedua datang karena keberuntungan. Dan tak ada yang namanya kesempatan ketiga. Dengan cinta ini yang masih mengharapkannya, namun tak bisa.
Kami yang dulunya adalah sepasang kekasih dengan penuh mimpi dan harapan yang tinggi, sekarang seperti tidak mengenal satu sama lain. Entah karena aku yang bodoh karena menyia-nyiakan cintanya ataukah memang sifatnya yang pendendam. Sehingga tak ingin lagi mengetahui atau mendengar apapun tentangku.

Luka masih menyelimuti hati ini. Namun mungkin ini cara Tuhan untuk memberi tahu bahwa kami bukanlah jodoh yang pas.
Sempat berjanji bahwa hati ini masih memilihnya hingga saat ini. Namun apa boleh buat, kami tak bisa lagi bersatu. dan semua ini adalah pelajaran agar " Jangan menyia-yiakan apa yang sedang kau miliki saat ini dan ingat kesempatan kedua hanya dimiliki oleh orang-orang yang beruntung,serta tak ada lagi yang namanya kesempatan yang ketiga ".

Aku disini hanya melakukan apa yang aku bisa dan memperbaiki serta mengobati hati. 
Mencintai dalam diam adalah caraku.
Mungkin hanya aku yang mencintanya dalam diam,namun dia tidak. Tak mengapa...Jika aku adalah tulang rusuknya yang hilang,maka aku akan dipertemukannya dengan berbagai cara oleh Tuhan.


# Melisa Fitri

Benarkah Dia??

 Benarkah Dia??


Tak jarang banyak sekali orang-orang diluar sana yang mudah patah hati, terutama pada kalangan remaja.
Hati memang tak bisa untuk di bohongi untuk urusan percintaan. CINTA.. apa itu CINTA??
Cinta dapat diutarakan kepada siapapun,entah itu orang tua kepada anaknya,sepasang kekasih,maupun sahabat. Tapi pada zaman ini, CINTA di dominasikan kepada sepasang kekasih.

Patut diketahui, CINTA... ya CINTA pada umumnya kalangan remaja saat ini. Banyak sekali pihak yang mengutarakannya kepada lawan jenis dan sesama jenis ( kaya LGBT dongss..).
Kalimat-kalimat rayuan pun bermunculan untuk membuktikan bahwa orang itu mencintai lawan jenisnya.
Janji-janji pun diutarakan dengan menggunakan mimik yang dapat meyakinnkan..TAPI !!! hanya diutarakan melalui bibir bukan berasal dari hati. ( Iya sih hati kan gk bisa ngomong makanya ngomong pake bibir).
Maksudnya adalah.. Mengutarakan CINTA dengan setulus-tulusnya dan dari relung hati yang terdalam. Bukan hanya mengucapkannya saja dibibir.

1 bulan,2bulan,3bulan (gak nyampe 5 bulan)..hubungan sudah mulai dilanda KEBOSANAN,LELAH,LETIH,LEMAS,LUNGLAI,bahkan INGKAR JANJI!!
"Mengapa hal itu terjadi ya Tuhan??!!!"
Disini jawabannya ( Ketik Reg spasi INGIN TAU donggs)
nih ya Serius... Kebosanan,Lelah,Ingkar pada janji itu adalah sebuah penyakit akut yang sampai saat ini belum diketahui obatnya apa. Intinya adalah semua gejala ini berasal dari rayuan-rayuan pria hidung belang yang FAKE beserta janji manisnya!.
Semua yang dilakukan tanpa dasar (dari hati) akan berujung kegagalan. Seperti halnya remaja kekinian yang banyak sekali menjadi korban patah hati. Karena mereka mencintai hanya dari bibir bukan dari Hati mereka. So...biasanya cewe-cewe yang jadi korban patah hati gara-gara cowok yang tidak dapat bertanggung jawab atas perkataan mereka. 
Girls.. gini ya.. kalian kalo mau pacaran toh liat dulu dong seberapa perjuangan si cowo buat dapetin kalian,seberapa dia bisa menunjukkan jati diri mereka sebenarnya,seberapa dia dapat bertanggung jawab atas hal-hal kecil,dll. Kalo dari hal-hal kecil saja mereka tidak dapat bertanggung jawab apalagi hal besar berupa janji, toh itu salah satu alasan lo gk boleh terima cinta dia gitu aja!! Misalnya kalo kalian janjian..eh si cowo telat.. Kan namanya gk bertanggung jawab. Apalagi kalo lagi makan di Resto malah yang bayarin si Cewe. ( Broo malu keles dibayarin cewe ).

Dan buat para Cowo diluar sana.. Kalian tuh harusnya kalo sayang sama cewe jangan obral janji manis doang bro! . Buktiin dong kalo kalian bisa bertanggung jawab sama omongan kalian. Kebiasaan Cowo si bilang gini nih " Aku gk akan tinggalin kamu ayang bebz, aku janji demi rembulan ".
Kalo kalian termasuk cowo yang susah banget buat nepatin janji, please deh gk usah bilang janji yang nantinya lo gk akan bisa buktiin. Kasihan cewe broo!! dia makan janji busuk lo doang! ( kasih kek makanan dari Resto). Apalagi kalian harus inget bro... " Jika seorang wanita menangis atas perbuatan lelaki yang dicintainya, maka terkutuklah setiap langkah lelaki tersebut oleh malaikat ". ( Untung gue cewe jadi gk akan dikutuk kalo nangisin temen w yang cewe juga ). 
Nah..daripada lo dikutuk sama malaikat... mending lo mempertahankan aja hubungan lo sebaik mungkin dengan ketulusan.. InsyaAllah langgeng..

Tips dari saya untuk para remaja Pemuda-Pemudi..:)
Kalo kalian mau menjalin hubungan dengan seseorang, Pertama-tama jangan terburu-buru dan SOK KEPEDEAN dia bakal nerima cinta lo!, Mendalami sisi orang yang lo suka dengan cara lo sendiri ( jangan nanya temennya orang yang lo suka ), Pertimbangin semua sisi untuk lo bisa pacaran sama dia, Yakinin hati lo kalo Benarkah dia yang lo cari selama ini untuk mengisi hati lo?, Benarkah dia yang tuhan kirim untuk melengkapi hati lo?, dan Benarkah dia orang yang benar-benar mencintai lo dengan tulus?

Nah InsyaAllah kalo kalian baca bener-bener tulisan gue dan ikutin cara-cara w .. hubungan kalian akan langgeng (Terggantung amal dan ibadah).

Wait tulisan-tulisan gue selanjutnya ya guys!! Thanks for your Attention :) 

# Melisa Fitri